MELIHAT INDONESIA DARI RUMAH SAYA

by - 23.16

Dalam obrolan ringan, saling mengenal kehidupan tiap-tiap teman. Ditengah-tengah kebisingan dan kepekatan bau menyengat ruangan mesin outdoor. Salah seorang teman memberikan suatu inspirasi untuk menuliskan ini.

Mengaku pernah merasakan bekerja pada suatu pabrik. Dikatakannya hanya sehari. hahaha... Mungkin lebih tepatnya meninjau tempat kerja. Saya sendiri pun juga pernah mampir ke pabrik tersebut. Sama persis dengan teman saya ini yang usianya 3 tahun lebih muda dari saya. Dia memaparkan pengalamannya pada teman-teman semua. Gaji yang akan diterima hanya lima belas ribu rupiah per hari. Nilai itu berlaku untuk cowok. Dan untuk cewek sebesar dua belas ribu rupiah per hari. Jam kerja mulai dari pukul tujuh pagi sampai dengan pukul lima sore. Istirahat satu jam.

Kenapa hanya SEHARI KERJA?
Bisa dibilang pekerjaannya itu seperti seorang kuli. Dari narik troli besar sampai troli yang dipenuhi bahan mentah, yang entah berapa ton beratnya. Lalu mengoperasikan mesin. Lebih tepatnya, memasang bahan mentah tadi ke mesin agar bisa diolah. Dan panasnya ruangan itu sangat menyiksa.
Sebandingkah pekerjaan yang dilakukan dengan gaji yang diterima?

Saya masih ingat, dulu saya pernah berkata terang-terangan kepada sang supervisor. "Mohon maaf Pak. Saya tertarik melamar disini karena dicantumkan lowongan pada posisi admin. Dan ternyata pekerjaannya seperti ini. Mendingan saya jadi kuli bangunan karena sehari bisa mendapatkan empat puluh ribu."

Ya, kurang lebih seperti itu. Memang saat itu informasi lowongan pekerjaan yang tercantum adalah berbagai posisi yang menarik. Mulai dari admin, kepala gudang, security, dll. Namun ternyata semua pelamar diwajibkan untuk merasakan posisi para kuli. haha... strategi yang bagus.

Dari teman saya, ternyata yang bekerja di pabrik itu sekarang adalah lulusan SMP. Semuanya. Memang sih, ijasah SMP sekarang bisa dibilang untuk apa. Lha wong yang sarjana aja banyak yang jadi pengangguran. Tapi dari penglihatan saya, mereka yang bekerja di pabrik itu adalah orang-orang yang memiliki tenaga ekstra. Dan pekerjaan di pabrik itu jika dibandingkan dengan pekerjaan sebagai kuli bangunan, maka lebih ringan sebagai kuli bangunan. Upah yang di dapat pun juga lebih besar kuli bangunan. Lalu pertanyaannya, kenapa mereka masih juga bertahan dengan kehidupan yang seperti itu?

Ada yang menjawab, "Jelas enak di pabrik, kalo ada yang nanya kerja dimana, maka jawabnya kerja di pabrik."
hahahaha..... yang beginilah rakyat ini. Terlebih mereka bekerja pada bangsa asing.



You May Also Like

0 comments