PostgreSQL

by - 00.10


Database mempunyai peranan penting untuk penyimpanan dan mengorganisasi data. Jenis database sangat banyak, diantaranya adalah PostgreSQL yang akan dibahas dalam buku ini. PostgreSQL mempunyai keunikan dibanding database lainnya, keunggulan fitur PostgreSQL yang setara dengan database komersil membuat PostgreSQL mempunyai tempat tersendiri bagi pemrogram aplikasi sistem informasi, mulai dari aplikasi skala kecil, menengah, bahkan enterprise.
                Sejarah PostgreSQL dimulai dari proyek POSTGRES yang dipimpin oleh Prof. Michael Stonebraker, dan disponsori oleh DARPA (Defense Advanced Research Project Agency), ARO (Army Research Office), NSF (National Science Foundation), dan ESL, Inc.
                Pengimplementasian postgres bermula pada tahun 1986. Konsep awal untuk pengembangan sistemnya (The Design of POSTGRES) dipresentasikan dalam ACM-SIGMOD Conference on Management of Data oleh Stonebraker dan L. Rowe (1986). Definisi dari model data (The POSTGRES Data Model) inisialnya muncul dalam konferensi VLDB oleh L. Rowe dan Stonebraker (1987). Disain rule system-nya (The Design of POSTGRES Rule System) dijabarkan dalam IEEE Conference On Data Engineering oleh Stonebraker dan L. Rowe (1987). Sedangkan arsitektur penyimpanan data (The Design of The POSTGRES Storage System) dijabarkan dalam konferensi VLDB oleh Stonebraker (1987).
                Sejak saat itu POSTGRES telah banyak merilis versi utama. Sistem “demoware” yang pertama berkembang menjadi sistem perasional pada tahun 1987 dan didemokan di ACM-SIGMOD Conference pada tahun 1988. Versi 1 diseskripsikan dalam Transaction On Knowledge And Data Engineering (2)1. IEEE oleh M. Stonebraker, L.Rowe dan M.Hirohama (1990), dirilis untuk sedikit pengguna luar (external user) pada juni 1989.
                Sebagai respon dan kritik terhadap rule system yang pertama, rule system (on rules, procedures, caching and views in database systems) akhirnya di desain ulang dan dipublikasikan dalam ACM-SIGMOD Conference On Management Of Data oleh M.Stonebraker, A.Jhingran, J.Goh, dan S.Potamianos (1990), dan versi 2 dirilis pada Juni 1990 dengan rule system yang baru tersebut. Sedangkan versi 3 dirilis pada 1991 dan ditambahkan dukungan untuk multiple storage manager, query executor, yang telah ditingkatkan dan rule system sudah ditulis ulang. Sebagai bagian utama, rilis-rilis selajutnya hingga postgres95 difokuskan pada portabilitas dan realibilitas.
                POSTGRES telah digunakan untuk mengimplementasikan banyak penelitia dan pengembangan aplikasi. Diantaranya adalah sistem analisis dan finansial, package monitoring performa mesin jet, database untuk pelacakan asteroid, database informasi medis, dan beberapa Sistem Inforasi Geografis (SIG). Postgres juga digunakan sebagai pendukung edukasi pada beberapa universitas. Pada akhirnya Illustra Information Technologis (IIT, melakukan merger menjadi informix, saat ini dimiliki oleh IBM) mengambil kode POSTGRES dan mengomersilkannya. Pada akhir 1992 POSTGRES menjadi data manager utama untuk proyek Sequoia 2000 Scientific Computing.
                Jumlah dari komunitas pengguna luar hampir berlipat ganda selama 1993. Jumlah ini semakin meningkat seiring maintenance dari prototype code dan dukungan yang memakan banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk riset database. Sebagai usaha untuk mengurangi dukungan, proyek postgres berkeley secara resmi diakhiri dengan versi 4.2.
                Pada 1994, Andrew Yu dan Jolly Chen menambahkan interpreter SQL untuk postgres. Dengan nama baru, postgres95 secara subsequent dirilis ke web dan menemukan jalurnya sebagai sebuah open source descendant dari kode awal POSTGRES Berkeley. Kode postgres95 sudah sesuai dengan ANSI C dan ukurannya di-trim hingga 25%, banyak perubahan internal meningkatkan performa dan maintainabilitas. Rilis postgre95 1.0.x berjalan sekitar 30-50% lebih cepat pada Winconsin Benchmark dibandingkan dengan postgres 4.2
                Pada 1996, semakin jelas bahwa nama Postgres95 sudah tidak sesuai seiring berjalannya waktu. Nama yang dipilih adalah PostgreSQL, untuk merefleksikan hubungan antara postgres asli dan versi terbarunya yang sudah berkemampuan menerjemahkan SQL. Pada waktu yang sama penomoran versi selanjutnya dimulai pada 6.0 kembali pada sequence awal yang dibentuk pada proyek postgres berkeley. Emphasis selama pengembangan Postgres95 difokuskan pada identifikasi dan pemahaman masalah-masalah yang ada pada server code. Dengan PostgreSQL, emphasis dialihkan untuk augmentasi fitur dan kapabilitas, meskipun masih berjalan disemua area.
                Pada saat pertama dikembangkan PostgreSQL dianggap tidak memenuhi standar ANSI-SQL92 (standar database berskala besar), karena tujuanya hanyalah menjadikan PostgreSQL menjadi database yang mempunyai banyak fitur dan keluwesan yang tinggi. Karena merasa mendapat tantangan PostgreSQL berusaha untuk memenuhi standard tersebut, dan akhirnya PostgreSQL mampu juga untuk mencapai standar ANSI-SQL. Tetapi yang lebih gila lagi ternyata kemampuan PostgreSQL melebihi standar ANSI-SQL, yag berarti kelebihan PostgreSQL melebihi database lain standar ANSI-SQL92, termasuk Oracle. Wajar nila PostgreSQL dinobatkan Linux Award sebagai database pilihan dan menempatkan Oracle pada tempat ke-2.
                Perbedaan yang paling mendasar antara PostgreSQL dengan sistem relasional standar adalah, kemampuan PostgreSQL yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan SQL-nya sendiri, terutama untuk pembuatan function. Hal ini dimungkinkan karena informasi yang tersimpan dalam PostgreSQL tidak hanya tabel dan kolom melainkan tipe, fungsi, cara akses dan informasi lain. Kesemuanya itu dihimpun dalam bentuk kelas (class) yang memungkinkan pengguna untuk merubahnya. Dengan model kelas ini, PostgreSQL lebih mudah dikembangkan ditingkat pengguna dan bisa mendefinisikan sebuah tabel sebagai turunan tabel lain. Di mana pada database konvensional hal itu hanya bisa dilakukan dengan mengganti source code-nya atau menggunakan modul tambahan, kelebihan lain dari PostgreSQL adalah dukungan antar muka dari berbagai bahasa pemrograman seperti Perl, PHP, C++, Phyton, Java, dan masih banyak lagi lainnya. PostgreSQL juga mempunyai kemampuan untuk membuat konektifitas dengan database lain, seperti pgdump, Interbase, pgaccess dan hampir semua database, pada linux. Karena kemampuan itulah wajar bagi pengguna PostgreSQL menjadi kecanduan dan sulit untuk pindah ke database lain.
                Saat ini PostgreSQL telah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan besar. PostgreSQL juga dapat digunakan di berbagai platform seperti: Linux x86-32, Linuxx x86-64 Windows x86-32, Windows x86-64, Mac OS X, dan berbagai platform lainnya.

You May Also Like

0 comments